Lollimato

Tales of Fairies

[MyungEun] – Hello *part 2*

19 Comments

Hello MyunEun

Akhirnya jadi juga ini FF YooHoo~~~

maaf kurang memuaskan soalnya buru-buru ^^ RCL please~~~

***

“ Myungsoo sialan. Myungsoo setan. Myungsoo semprul!” umpat Naeun sambil menendangi krikil-krikil yang tertebaran di jalan raya. Nafasnya naik turun karena terlalu kesal pada pria yang ketampanannya tak tahu diri itu. Selain ketampanannya yang ga tahu diri, orangnya juga ga tau diri. Tanpa basa-basi, pria itu menobatkan dirinya sebagai pemeran dalam film pendek yang sedang di garapnya. Ia bahkan sudah menolak berkali-kali tapi tetap saja tidak bisa. Gadis berparas seperti peri itu menjerit kaget saat sebuah mobil tiba-tiba mengklaksonnya. Sebuah mobil Ferrari hitam berhenti didepannya, matanya langsung berkilat marah ketika menyadari siapa yang ada didalam sana setelah kaca jendelanya dibuka.

            “ Apa maumu, setan sialan?!” hardik Naeun kesal. Myungsoo tersenyum cool kearahnya.

            “ Naiklah” ujarnya santai sembari melihat kaca spion dan merapikan poninya. Naeun mendengus sesaat. Ia pun membuang muka dengan sombong.

            “ Ogah” tolaknya. Myungsoo meliriknya malas dan menghela nafas panjang.

            “ Kalau begitu, bayar 5 juta wonnya sekarang aja” sahut Myungsoo pelan. Naeun mengejap-ejapkan matanya ketika menatap wajah pria itu lagi. Tanpa ia tahu, Myungsoo menikmati ekspresi shock gadis itu dengan menarik 0,5 mm sudut bibirnya. “ Tapi terserah saja sih. Kurasa kau tahu persis resiko jika melanggarku jadi ya….”

            “ Iya, aku naik!” potong Naeun ketus. Ia membuka pintu mobil Myungsoo dan duduk disisinya dengan wajah kesal. Myungsoo pun tersenyum puas.

            “ Good girl” pujinya sambil cengengesan dan mengacak-acak rambut indah milik gadis itu. Yang empunya rambut hanya bisa berdecak kesal dan merapikan kembali rambutnya yang berantakan.

            Sepanjang perjalanan keduanya terdiam, sibuk dengan pikiran masing-masing. Naeun lebih tertarik untuk menatap bunga-bunga di tepian jalan sedangkan Myungsoo terfokus pada jalanan. Sesekali Naeun melirik kearah Myungsoo, menikmati pemandangan indah dari wajah tampannya. Sepertinya Tuhan tengah berada dalam mood yang sangat baik ketika menciptakan pria itu, setiap lekukan wajahnya begitu sempurna.

            “ Kenapa aku baru sadar kalau dia itu ganteng?” gumam Naeun. Konsentrasi Myungsoo langsung buyar karena kalimat itu tiba-tiba menabrak indra pendengarannya.

            “ Hah? Kau bilang apa?” tanya Myungsoo. Naeun mulai gelagapan karena ketahuan Myungsoo dan cepat-cepat memalingkan wajahnya dari pria itu. “ Aku ganteng?”

            “ Itu….itu yang ganteng itu…..yang ganteng itu umbul-umbul. Nah iya, yang ada di umbul-umbul itu ganteng” jawabnya asal. Myungsoo ikut melihat umbul-umbul yang dibicarakan Naeun.

            “ Oh? Suka Tukul?”

            “ Hah?”. Naeun kembali menatap umbul-umbul yang tadi dimaksudnya. Matanya melotot kaget saat melihat gambar Tukul disana, dengan pose monyong yang menggoda(?) iman para tomcat *maap om Tukul, eike penggemar ye kok #AuthorNgondek*.

            “ Kau suka Tukul?”

            “ Eung…Iya dong, aku Tukulnista. Bibirnya tuh loh, cetaaaaar”

            Naeun menggeplak jidatnya stress setelah melihat reaksi Myungsoo yang mengangguk-ngangguk percaya. Itu terpaksa sebenarnya, bisa turun pamor Naeun kalau Myungsoo tahu bahwa orang yang dibilang ganteng itu dia. Gadis cantik itu langsung menoleh ke kiri dan ke kanan, ternyata banyak pohon cemara haha *bukan lagu naik naik ke puncak gunung woy!* maksudnya ternyata Myungsoo mengarahkan mobilnya ke gang-gang sempit yang lokasinya agak terpencil. Naeun pun mencium aroma tidak sedap(?).

            “ Hey Kim Myungsoo setan” panggil Naeun dingin.

            “ Panggil aku sunbaenim. Sopan sedikit”

            “ Sebodolah. Kau mau membawaku kemana, hah?”

            “ Kau diam saja”. Naeun bergidik ngeri ketika Myungsoo menjilat bibirnya dengan sexy (?) *jilat bibirku saja baaaang #plak!*.

            “ Apapun yang ada dalam otak kotormu, singkirkan! Aku masih mau punya masa depan, aku tidak mau nikah muda. Apalagi nikah karena kecelakaan. Dijebol(?) setan pula”

            “ BEHAHAHAHAHAHAHA”. Pria itu tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Naeun. Laju mobilnya pun melamban, air matanya sampai keluar karena perkataan polos dari gadis itu. Entah dapat ilham dari mana ia bisa mengatakan hal seperti itu, yang pasti bukan Ilham SM*SH soalnya Naeun sukanya sama Morgan *dikepretin air zam-zam*.

            “ Dasar bodoh” ejek Myungsoo diakhir tawanya. “ Pertanyaan macam apa yang kau lontarkan, huh? Memangnya aku nampak sebejat itu apa. Aku juga tidak suka tubuh tipe papan setrikaan”

            PLAK!

            Sedetik kemudian Myungsoo mengerang kesakitan karena bibirnya ditabok Naeun pake kamus Inggris-Indonesia Indonesia-Inggris. Tapi kenapa Naeun punya kamus Indonesia? Entahlah, mungkin dia mau persiapan Apink Showcase di Indonesia pada tahun-tahun mendatang. Amin.

 

***

            “ Duduk, Cho. Aku pusing melihatmu mondar-mandir seperti kapal kora-kora begitu” ujar Woohyun disela-sela kegiatannya membaca majalah Playboy(?). Chorong yang sedari tadi berjalan bolak-balik didepan Woohyun hanya bisa menghembuskan nafas panjang. Untuk kesekian kalinya ia melihat jam yang melingkar manis di pergelangan tangannya.

            “ Tidak biasanya Myungsoo telat. Ponselnya bahkan tidak aktif terus” keluh Chorong lalu menghempaskan tubuhnya keatas sofa, duduk disamping Woohyun.

            “ Pasti ga aktif lah, ponselnya udah tinggal separo gitu” celetuk Woohyun.

            “ Oh iya ya”

            “ Kenapa jadi khawatir banget gitu deh, naksir?”. Chorong keselek rambut begitu mendengar pertanyaan Woohyun.

            “ Ga mungkin lah. Myungsoo mah udah kayak adek sendiri kali”    

            “ Oh. Okelah”

            Woohyun kembali melanjutkan kegiatannya membaca majalah, berusaha tak mempedulikan Chorong yang menggigit ponselnya akibat kelamaan menunggu sahabatnya yang pintar luar biasa itu. Sebenarmya Woohyun ingin sekali membuang ponsel butut itu saat kebiasaan Chorong yang terbilang ajaib tersebut mulai lagi. Tapi kali ini alasaannya berbeda. Ia sedikit tidak rela jika gadis itu memikirkan Myungsoo sekarang, entah kenapa.

            “ Chorong, Woohyun” panggil sebuah suara yang familiar di telinga kedua insan itu. Myungsoo muncul didepan pintu rumah sambil menggandeng tangan Naeun. Chorong dan Woohyun sedikit terkejut ketika melihat pemandangan itu.

            “ Bagaimana bisa kau membawa Naeun kemari?” tanya Chorong shock. Myungsoo pun tersenyum bangga.

            “ Mudah saja. Aku kan hanya membawa seorang Son Naeun, bukan Katy Perry atau Lady Gaga” jawabnya santai. Woohyun bangkit dari tempatnya dan menghampiri kedua anak manusia *iyalah -_- masa anak onta* yang baru saja tiba disana. Ia pun mengulurkan tangannya untuk menepuk-nepuk pundak Naeun.

            “ Welcome to our project, Naeun-ssi. Terima kasih sudah berpartisipasi” ucapnya lembut. Naeun pun menunduk malu atas perlakuan Woohyun. Chorong mendengus.

            “ Hati-hati Naeun. Kau sedang berhadapan dengan iblis berwujud manusia” seru Chorong. Gadis berambut merah gelap itu langsung berlagak melihat ikan-ikan lohan di bak mandi(?) ketika Woohyun melemparkan tatapan mautnya.

            “ Sudah, hentikan pertengaran tak mutu kalian itu. Hey bodoh, apa kau sudah tahu skrip film pendek kita ini?” tanya Myungsoo.

            “ Setan sialan, sudah bagus aku mau berpartisipasi dalam film kalian. Malah mengataiku bodoh” kesal Naeun.

            “ Karena tak ada pilihan lain selain mau, bukan? Kau kan berhutang padaku” balas Myungsoo disertai seringai menyebalkan. Detik selanjutnya, Woohyun dan Chorong kelabakan memisahkan Naeun dan Myungsoo karena tangan adik kelas mereka itu nampaknya betah sekali mencengkram erat leher Myungsoo.

           

***

            The Genius (Myungsoo, Woohyun, Chorong) dan Naeun berdiri di depan taman bermain didekat rumah sewaan mereka. Rumah sewaan itu berfungsi sebagai tempat pelarian jika ketiga sahabat itu merasa lelah dan depresi akibat tekanan belajar yang hampir menyita 85% waktu mereka. Taman itu akan menjadi lokasi syuting scene pertama film pendek mereka.

            “ Nah, pas banget nih taman. Banyak bunga-bunga mawar, ada kursi kayu nan sempit sama ayunan. Cucok banget deh ihh sama konsep yang eike bikin” ucap Woohyun #woohyunmendadakbengkok(?). Chorong mengangguk-angguk setuju.

            “ Iya bener. Sekarang aja kita mulai syutingnya, mumpung cuaca lagi mendukung” ajak Chorong lalu mulai menyeting kamera dan letak pengambilan gambar. Naeun yang berdiri di samping Myungsoo pun menarik-narik ujung kaus yang dikenakan pria itu.

            “ Setan sialan, kita mau syuting adegan apa sih?” tanya Naeun. Myungsoo melotot marah kearah gadis cantik itu.

            “ Sembarangan aja manggil gue setan sialan. Panggil sunbaenim, pesek!”

            “ -_- Iya dah yang mancung. Cukstaw aja”

            “ Naeunie”. Naeun langsung tersenyum manis begitu Woohyun memanggilnya dengan ramah. Pria itu menghampirinya dan mengelus puncak kepalanya. “ Siap-siap ya. Sebentar lagi kita syuting”

            “ Kita mau syuting adegan apa sih, oppa?” tanya Naeun lagi dengan nada polossshhh(?). Myungsoo berdecak kesal.

            “ Sejak kapan manggil Woohyun dengan sebutan oppa?” cibir pria itu. Naeun tak mengindahkan kata-kata Myungsoo. Baginya itu hanyalah nyanyian dangdut para lalat(?) yang berdengung ga jelas di telinganya.

            “ Myungsoo belum memberi tahumu?” tanya Woohyun dengan alis terangkat. Naeun menggeleng pelan.

            “ Setan sialan itu pelit ngomong, oppa. Mending kalo suaranya semerdu suara Woohyun oppa, wong suaranya kek kentut fals gitu” jawab Naeun sambil melirik kearah Myungsoo. Mendengar hal itu, Kim Myungsoo pun panas hingga berasap dan hampir hangus. Woohyun pun tertawa keras, lebih keras dari suara speaker Mesjid.

            “ Adegannya orang pedekate. Jadi ceritanya si cewe lagi main ayunan terus cowoknya yang lagi duduk-duduk di kursi kayu jadi tersepona *pesona woy! #BantingBlangkon*. Akhirnya mereka berkenalan dan mulai muncul bulir-bulir cinta” jelas Woohyun. Naeun mengangguk-angguk tanda mengerti.

            “ Lalu pemeran cowonya siapa? Kan pemeran cewenya itu aku” tanya Naeun kesekian kalinya.

            “ Kasih tau gak eaaaaps? #mendadak4l4y”

            “ -_- doh oppa”

            “ Maaf maaf ^^. Pemeran prianya itu ya Myungsoo”

            “ Apa?” pekik Naeun shock *kamera zoom in zoom out*. Myungsoo pun tertawa sinis melihat reaksi Naeun.

            “ Bersiap-siaplah Son Naeun” bisik Myungsoo pada gadis itu ketika Woohyun pergi meninggalkan mereka. Seketika Naeun merasakan aura penderitaan yang akan menyambutnya nanti.

 

***

            “ Take one…dimulai” teriak Woohyun sembari menepuk kedua tangannya. Chorong langsung merekam adegan pertama untuk film pendek mereka. Naeun tengah duduk di ayunan yang bergoyang sambil mencengkram pegangannya. Wajahnya mengadah ke langit dengan ekspresi bahagia tak terhingga. Tak lama Myungsoo datang dengan pakaian seragam seperti yang di kenakan Naeun.

            Pria itu tidak menyangka bahwa ia akan memakai kembali seragam itu. Tentu saja, sebentar lagi ia akan segera menerima ijazahnya dan pergi ke universitas. Seusai ujian, ia sama sekali tak pernah menyentuh seragamnya dan demi kelancaran syuting, ia sengaja me-loundry pakaiannya agar nampak rapi saat pengambilan gambar.

            “ Hai” ucap Myungsoo, Naeun menoleh lalu menampilkan wajah bingung. Pria itu tersenyum ramah dan kemudian duduk di ayunan disamping Naeun dengan mata tak lepas dari wanita cantik yang tengah ia ‘dekati’ itu. Tangannya mengulur pada Naeun. “ Kenalkan, aku Kim Myungsoo”

            Dengan ragu-ragu, Naeun menyambut uluran tangan seniornya itu.

            “ Son Naeun imnida” .

            “ Aku kakak kelasmu, anak 12…..”

            “ Aku mengenalmu, sunbaenim. Siswa 12-A, kan? Semua teman-temanku menyukaimu. Kata mereka kau……sangat tampan dan begitu pintar. Nyaris sempurna”. Naeun menggigit lidahnya didalam mulut setelah mengatakan hal itu. Menjijikan sekali!. Jika saja ini bukan tuntutan peran dan kata-kata tersebut tidak ada didalam skrip, sampai kapanpun ia tak akan memanggil Myungsoo dengan sebutan ‘sunbae’ dan memujinya secara berlebihan begitu. Myungsoo tersenyum bangga (yang diyakini Naeun sebagai senyum yang benar-benar berasal dari hatinya, bukan tuntutan peran).

            “ Jadi teman-temanmu menyukaiku? Lalu…bagaimana denganmu?” tanya Myungsoo. Pria itu menatap Naeun dengan mata yang teduh hingga membuat gadis itu gelagapan. Sejak kapan Myungsoo punya tatapan seperti itu? setahunya, pria itu hanya punya 2 jenis tatapan, tajam-membunuh dan datar-merendahkan. Tapi yang ini benar-benar tak mencerminkan dirinya. Tatapannya teduh-menenangkan, membuat wanita manapun yang termakan aktingnya akan langsung jatuh cinta.

            “ A-aku?”. Naeun menunduk malu-malu. Myungsoo tertawa kecil dan mengacak-acak puncak kepala gadis itu. Perlakuannya lembut sekali, sangat amat berlainan dengan aslinya.

            “ Kau manis sekali, Naeun-a. Hatiku tak salah pilih orang” ujar pria itu. Nadanya bicaranya juga terdengar begitu manis. Satu kesimpulan yang bisa Naeun ambil, Kim Myungsoo benar-benar actor yang sangat baik.

            “ Hatimu?” tanya Naeun sambil menatap kakak kelasnya itu, kembali berwajah bingung.

            “ Aku menyukaimu” jawab Myungsoo mantap disertai senyum manis yang memikat. Mungkin saja Naeun akan langsung jatuh cinta jika tak ingat kalau sekarang keduanya sedang berakting.

            “ Cut!” teriak Woohyun yang berperan sebagai sutradara. Saat itu juga ekspresi Myungsoo berubah datar.

            “ Aku mual mengatakan kalimat yang terakhir tadi” ucapnya tanpa nada. Naeun mendadak kesal lagi pada pria tampan itu.

            “ Rasanya aku ingin menabrakan diri pada bus patas yang melintas saat mengucapkan kalimat dimana aku memuji-mujimu” ucap Naeun tak mau kalah.

            “ Aku bangga akan kalimat itu. Woohyun cukup pintar karena berhasil menggugah fakta itu dalam drama ini”

            “ Tch, dasar makan puji”

            “ Aku makan nasi, bukan makan puji”

            “ Terserahlah”

            “ Akting kalian bagus sekali! Naeun-a, kau berbakat menjadi aktris” puji Chorong sambil menyodorkan sebotol minuman. Naeun tersipu mendengar pujian seniornya yang teramat cantik itu. Melihatnya, Myungsoo mendengus tak suka.

            “ Bagus? Aktingnya amatiran gitu” celetuk Myungsoo. Ia berpura-pura cuek dan meminum minumannya saat Naeun menatapnya kesal.

            “ Kau harus lihat hasilnya di kameraku itu, keren sekali. Kalian terlihat nyata!. Jika selalu seperti ini, aku yakin kita bisa mendapat nilai sempurna” ujar gadis imut itu. Woohyun menghampiri teman-temannya dan duduk disamping Chorong.

            “ Chorong benar, kalian terlihat nyata. Mungkin orang-orang akan berfikir kalian adalah sepasang kekasih. Chemistry kalian begitu kuat!” sambung Woohyun. Naeun-Myungsoo serentak berekspresi muak seusainya.

            “ Jijik ngeri!” kata keduanya bersamaan.

            Woohyun melirik Chorong yang tengah sibuk dengan ponselnya. Gadis itu nampak menyunggingkan senyum senang saat mengetik sebuah pesan singkat yang entah ditujukan pada siapa. Pria bertubuh kekar itu memincingkan matanya ketika tahu dengan siapa sahabatnya ber-sms-an ria.

            “ Sejak kapan kau dekat dengan Suho? Kok aku tidak tahu?” tanya Woohyun. Chorong menyimpan ponselnya dalam saku dan menatap Woohyun dengan innocent.

            “ Kenapa kau harus tahu?” tanyanya balik.

            “ Aku kan sahabatmu, kenapa tidak cerita mengenai hal ini?”

            “ Kurasa ini bukan sesuatu yang harus ku ceritakan padamu, Woohyun. Berhentilah bertingkah seolah kau harus tahu segalanya”

            “ Aku memang harus tahu segalanya, Park Chorong!. Bagaimana kalau pria itu macam-macam padamu?”

            “ Oh ayolah, dia bukan pria brengsek yang harus di waspadai. Jangan samakan si alim nan tampan itu denganmu, okay?”

            Woohyun menggertakan giginya geram. Berteman 3 tahun dengan gadis itu tapi tetap saja imagenya tak berubah. Jika biasanya ia tak peduli, tapi akhir-akhir ini hal tersebut mengganggu pikirannya. Myungsoo menatap kedua insan itu bingung.

            “ Kenapa kau nampak seperti orang yang sedang terbakar cemburu, Woohyun?” tanya Myungsoo polos. Woohyun langsung mendelik.

            “ Cemburu? Bah, mana mungkin!. Aku hanya takut si bodoh ini diperdaya oleh Suho, biarpun iblis begini juga dia itu sahabatku” jawabnya meledak-ledak.

            “ Aku cukup dewasa untuk membedakan yang mana yang baik dan buruk” desis Chorong dan beranjak pergi dari tempat itu. Woohyun mengerang kesal. Ia turut pergi dari sana, meninggalkan Myungsoo dan Naeun.

            “ Woohyun oppa menyukai Chorong sunbaenim?” tanya Naeun. Myungsoo menggeleng pelan.

            “ Tidak” jawabnya singkat. Sebenarnya ia merasa sedikit ragu dengan jawabannya sendiri. “ Mungkin” tambahnya.

            “ Sekarang kita mau ngapain?” tanya Naeun lagi.

            “ Syutingnya sudah selesai, kan? Kalau begitu ikut aku”

            “ Kemana?”

            “ Ke Apartemenku”

            “ Heh?! Mau apa??”

            “ Melakukan sesuatu”

            “ Yah!” teriak gadis cantik itu saat melihat raut mesum di wajah Myungsoo.

 

***

            “ Kenapa diam? Masuklah” ucap Myungsoo tanpa berbalik. Naeun mematung didepan pintu apartemen pria itu. Ya benar, itu bukanlah candaan belaka. Pria itu bersungguh-sunggu saat mengatakan hal ini tadi. Seketika keringat dingin mengalir dari pelipisnya. Jika Myungsoo bermaksud serius ketika bilang akan membawanya ke apartemennya, berarti kemungkinan besar pria tampan itu serius juga dengan kata ‘melakukan sesuatu’ yang ia lontarkan itu. Naeun bergidik ngeri membayangkan apa yang akan terjadi.

            “ Hey, aku mengajakmu kemari bukan untuk menjadi patung penghias disini. Ayo duduk!” seru Myungsoo lagi. Sepertinya ia baru saja kembali dari dapur, kedua tangannya menggenggam dua cangkir minuman.

            “ I-iya” sahut Naeun canggung lalu melangkah masuk, duduk di sofa bersama sunbaenimnya. Myungsoo menyodorkan cangkir minuman ditangan kanannya dengan tanpa ekspresi.

            “ Minumlah”

            “ Terima kasih”

            Naeun tak langsung menenggaknya. Gadis itu merasakan perasaan was-was yang begitu tinggi. Ia menatap cangkir itu kemudian memeriksa minuman didalamnya. Wajahnya benar-benar menunjukan raut curiga yang membuat Myungsoo tersenyum geli.

            “ Apa yang kau curigai huh? Kau pikir aku membubuhkan obat tidur atau obat peransang didalam sana?” tembaknya. Pipi Naeun spontan memerah menahan malu. Ia memukul lengan Myungsoo.

            “ Aku masih dibawah umur, kalau ngomong itu di sensor!” omelnya. Akhirnya Naeun menenggak minuman didalamnya dengan cepat.

            “ Kau terlalu polos, Son Naeun” ucap pria tampan itu. Naeun menoleh kearahnya. Mata indah gadis itu membelalak saat melihat wajah Myungsoo yang hanya berada dalam jarak tak lebih dari 5 cm darinya. Tatapan Myungsoo seolah tengah menikmati paras cantik tersebut. Tubuh Naeun membeku. Ia tak bisa menghindar dari pria itu, sama seperti waktu itu. yang dapat dilakukannya hanyalah mengalihkan pandangan.

            “ A-apa yang kau lihat? Menjauh dariku” perintah Naeun yang lebih terdengar seperti orang yang memohon-mohon. Bukannya menjauh, tangan Myungsoo malah meraba pipi Naeun.

            “ Wajahmu sedikit pucat dan matamu seperti panda. Kau kenapa?” tanya Myungsoo. Naeun tak percaya dengan penafsirannya atas nada bicara lelaki itu. Dia…..khawatir? tidak kan?.

            “ Ini….aku harus belajar keras untuk ujian kenaikan kelas minggu depan” jawab Naeun pelan. Myungsoo mengangguk pelan dan berlahan menjauhkan wajahnya dari Naeun. Gadis itu menghembuskan nafas lega. Sedari tadi ia menahan nafasnya.

            “ Memangnya pelajarannya sesulit itu?” tanya pria tampan itu lagi. Si peri berjalan mengangguk kencang.

            “ Sangat!”

            “ Kalau begitu nanti saja kau ku antar pulang. Sekarang aku akan mengajarimu dahulu”

            “ Eh?”

***

AYO AYO LIKE DAN COMMENTNYA wwkwkwkwkwk

Advertisements

Author: lollimato

Hello, this is Lollimato! I'm a bigfan of APink and BTS enjoy my fanficts and dont forget to give a comment and like Thank you ^^

19 thoughts on “[MyungEun] – Hello *part 2*

  1. oh god…. i love it!! asyik bgt thornim… keren enak dibaca aku suka… thornim coba upload ini di asianfanfics juga deh gmn? soalnya aku gak tau gimana cara stay tune dapet update ff ini..

  2. lanjut neee, aaa myungsu trouble maker banget weh,wkwk buat woorong sama myungeun bersatu ne, kalo bisa jangan ada pho-nya /?

  3. myungeun aaa *-* lanjut thor.aku suka ceritanya ‘-‘b

  4. Huaa!!! itu keren banget >< update terua thor, aku tunggu!!

  5. next thor 😀 kapan ???

  6. Seru.. Seru.. Lagi.. Lagi.. 😀

  7. thor, ini ff-nya ceritanya bagus lho. dilanjutin dong 😀 ya ya ya? ><

  8. suka banget sama ceritanya mana ada selipan(?) komedi XD
    ditunggu next chap nya
    sekalian yang The Killing XD
    maap gak komen semua inet nya agak begimane gitu (?)

  9. huaaa… tambah seru aja thor..
    gila ngakak banget sumpah waktu baca perckapannya Myungsoo sama si Naeun 😀
    ditunggu lanjutannya thor jangan lama ya updatenya 🙂

  10. Kapan lanjut/?
    Aku harus dapat kelanjutannya

  11. cingu,ff hellox gak dilnjutin lagi??
    please donk dilnjtin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s